Menikahi Cewek Korea

anniversary

Saya menikahi seorang cewek Korea sebelum demam Hallyu melanda dunia. Jauh sebelum K-Pop, K-Drama, K-Food mewabah, bahkan Youtube pun belum ada, saya menikahinya.

Saya membayangkan, seandainya kami 20 tahun lebih muda, pernikahan kami mungkin akan menjadi trending topic di Twitter. Video pernikahan kami juga mungkin akan menjadi konten yang viral di Youtube, dan kami pun bisa memonetisasinya. Ah, “Halu”, kata anak-anak zaman sekarang.

Ketika kami menikah, tantangan yang kami hadapi tidak banyak, tetapi lumayan. Ketika itu birokrasi pencatatan sipil masih belum secanggih sekarang, sehingga untuk mengurus segala macam surat di berbagai instansi, membutuhkan kesabaran dan ketekunan tingkat tinggi. Puji Tuhan setelah melewati semua prosedur dengan sabar (dan harus menyiapkan amplop untuk di sana dan di sini), kami bisa menikah dengan sah secara agama dan negara.

Korean Indonesian Couple Pertama

Tantangan yang lain yang harus dihadapi tentu saja adalah perbedaan budaya. Saya beruntung gadis yang saya nikahi sangat fasih berbahasa Indonesia. (FYI, kami satu kampus, dan nilai mata kuliah bahasa Indonesianya lebih tinggi daripada nilai saya). Jadi komunikasi dalam rumah tangga kami mayoritas menggunakan bahasa Indonesia (yang baik dan benar).

Akan tetapi, di masa itu di Korea masih jarang ada international couple. Bahkan mungkin kami adalah Korean Indonesian couple yang pertama. Mungkin lho ya.. Sebagian keluarga isteri saya bahkan tidak begitu tahu Indonesia itu letaknya di mana.

Orang tua isteri saya tinggal di sebuah desa yang berjarak tiga jam berkendara dari Seoul. Ketika saya mengunjungi mereka setelah pernikahan kami, saya mendapati orang-orang di pasar memandangi saya dengan pandangan terpana. Sepertinya tidak banyak pria ganteng berkulit sawo matang yang datang ke kota mereka.

Waktu berlalu begitu cepat dan tidak terasa saya sudah menikahi cewek Korea ini lebih dari 20 tahun. Tahun ini kami merayakan anniversary kami yang ke-22. Untuk merayakannya saya teringat dengan puisi ini. Ini adalah puisi lama yang saya tulis ketika kami baru berkenalan dulu.

Ini dia: Hidup, karya Sam-el Ladh. Semoga bisa dinikmati. Puisi-puisi yang lain bisa dilihat di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *