“Taken for granted” atau menganggap remeh adalah sikap berbahaya, baik dalam hidup sehari-hari maupun iman. Kisah Alkitab tentang Yakub dan Esau memberikan pelajaran abadi tentang hal ini.
Iman Next Level: Tantangan, Keberanian, dan Mukjizat dalam Kehidupan Sehari-hari
Pernah merasa hidup rohani Anda datar? Mungkin saatnya naik level. Iman yang sesungguhnya bukan sekadar percaya di hari Minggu, tapi menjadi kompas dalam setiap keputusan hidup
Renungan Natal yang mendalam: mengapa Natal dimulai dari pinggiran, bukan pusat? Temukan makna Imanuel dan panggilan untuk mencintai dengan tulus dan rentan seperti Yesus
Kata Imanuel sudah akrab di telinga kita, terutama di masa Adven dan Natal. Kita mengutipnya dengan penuh pengharapan: “Allah beserta kita.”
Kesetiaan Tuhan adalah fondasi kekristenan yang sering kita dengar, namun terkadang sulit kita percayai sepenuhnya ketika janji-Nya tampak begitu lama digenapi.
Yesus menceritakan sebuah perumpamaan menakutkan tentang orang yang terus menumpuk harta, tapi malam itu juga nyawanya diambil. Ini adalah peringatan serius tentang racun bernama ketamakan yang diam-diam menggerogoti jiwa kita.
Penglihatan Yohanes tentang kumpulan besar orang banyak di hadapan takhta Tuhan bukan hanya janji masa depan, melainkan realitas kekuatan bagi perjuangan kita hari ini.
Paskah Bukan Sekadar Kebangkitan: Kuasa Anak Domba Menghapus Segala Tangisan
Yesus bangkit bukan sekadar peristiwa sejarah. Itu adalah kemenangan mutlak yang memberikan makna baru bagi setiap perjuangan, air mata, dan pengharapan kita di tengah dunia yang penuh polarisasi dan ketidakadilan.
Di tengah tren kebahagiaan global yang menurun, firman Tuhan dalam Yesaya 61 justru mengajak kita bersukacita. Temukan rahasia sukacita sejati yang tak tergantung keadaan dalam artikel ini.
Renungan mendalam dari perumpamaan 10 gadis dalam Matius 25. Apa arti “minyak” itu dan mengapa ketaatan, bukan hanya penampilan rohani, yang menentukan kesiapan kita menyongsong Mempelai?
Yesus mengguncang para pemuka agama dengan dua hukum yang terutama: mengasihi Allah sepenuhnya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Apakah komitmen dan cinta kita sudah seperti itu? Temukan refleksinya di sini.
Mengapa Yesus menyuruh kita mengampuni 70×7 kali? Apa artinya hutang 10.000 talenta bagi hidup kita? Temukan kekuatan untuk memaafkan di tengah dunia yang penuh ketidakadilan.











