Setelah kita menyambut kasih karunia ini, hadiah Allah yang terbesar ini, ternyata kita masih tetap punya masalah dalam hidup kita. Kita masih punya masalah keuangan. Kita masih bisa jatuh sakit. Kita masih susah mendapat pekerjaan.
Air mata yang berjatuhan dan menggenang, bagai banjir yang memunahkan batang-batang padi yang baru mulai bertumbuh, menenggelamkan satu per satu visi dan harapan akan penghujung bumi yang telah dirajut bersama.
Aku rindu dipanggul di bahumu,
sambil kuayunkan kedua kakiku dengan riang. Menyusuri jalan-jalan kota kita, sambil menyambut sapaan mereka yang mengenalmu.
Ah, aku terasing lagi
di dalam kumpulan orang banyak ini. Mereka yang necis dan kelimis, sepatu berkilat dan setelan jas berkilau,
What is it like to find that you are not loved even by your most loved one..
A poem for the love of my life
A poem for my angel
Angels are made of fire. I know. I have met one..
What is this life if / There’s no drop of beer or whiskey / Drugs and cokes thrown to the sea / And lust is considered dirty.
Only a fool who abandons the grace he has received. Only a fool who defy the creator of the universe
We don’t belong to this world. We are only pilgrims here. For such a short while we are here, and we will depart to our eternal home.
A doomsday poem of love
