Di tengah tren kebahagiaan global yang menurun, firman Tuhan dalam Yesaya 61 justru mengajak kita bersukacita. Temukan rahasia sukacita sejati yang tak tergantung keadaan dalam artikel ini.
Renungan mendalam dari perumpamaan 10 gadis dalam Matius 25. Apa arti “minyak” itu dan mengapa ketaatan, bukan hanya penampilan rohani, yang menentukan kesiapan kita menyongsong Mempelai?
Yesus mengguncang para pemuka agama dengan dua hukum yang terutama: mengasihi Allah sepenuhnya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Apakah komitmen dan cinta kita sudah seperti itu?
Ketika Yesus Menolak Menolong: Pelajaran Ekstrem tentang Iman dan Misi dari Perempuan Kanaan
Sebuah cerita yang membuat tidak nyaman. Seorang perempuan Kanaan datang memohon, tetapi Yesus diam. Murid-murid ingin mengusirnya. Bahkan Yesus menyebutnya “anjing”. Di balik kisah yang tampak keras ini, tersimpan pelajaran dahsyat tentang ketekunan iman dan hati misi yang sesungguhnya.
“Tuaian memang banyak, pekerja sedikit.” Kalimat itu sering terngiang. Tapi, pernahkah kita benar-benar berhenti dan bertanya: “Apa yang sebenarnya Tuhan mau katakan lewat kalimat ini kepada saya?”
Doa Yabes sering dipahami sebagai doa terobosan. Namun bagaimana jika kita membacanya kembali secara lebih jujur? Artikel ini mengulas 1 Tawarikh 4:9–10 secara kritis dan reflektif.
Persembahan sering kali direduksi hanya menjadi urusan uang di dalam amplop. Namun, khotbah yang menyentuh dari 2 Korintus 9 ini mengajak kita melihat lebih dalam: persembahan adalah soal mempersembahkan seluruh hidup kita—waktu, tenaga, akal budi, dan kreativitas—sebagai wujud syukur dan penyembahan yang sejati.
Ketika Tuhan Bilang “Cukup”, dan Kita Masih Bilang “Sedikit Lagi”
Yesus pernah menceritakan sebuah perumpamaan menakutkan tentang orang yang terus menumpuk harta, tapi malam itu juga nyawanya diambil. Apa sebenarnya pesan-Nya? Bukan sekadar larangan jadi kaya, tapi peringatan serius tentang racun bernama ketamakan yang diam-diam menggerogoti jiwa kita
Renungan mendalam tentang perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati dari Lukas 10:25-37. Apa arti sesungguhnya dari “mengasihi sesama” dan bagaimana itu menjadi kunci hidup kekal?
Kesombongan adalah bagaikan semak duri di taman hati kita. Semak duri tidak menghasilkan buah dan jika dibiarkan tumbuh, ia akan menutupi dan merusakkan tanaman yang baik
Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
Tantangan bagi Yesus bukan hanya datang dari para pemuka agama. Keluarga biologisnya pun menentangnya. Mereka menganggap Yesus sudah tidak waras lagi dan hendak membawanya pulang.











