Yesus tidak datang membawa Injil yang jinak dan netral. Pewartaan-Nya tentang Kerajaan Allah bersifat subversif—membalikkan tatanan yang tidak adil dan menantang sistem yang menindas. Mengikuti Yesus berarti berani hidup dalam iman yang mengguncang kenyamanan dan berpihak pada kehidupan.
