Yesus tidak datang membawa Injil yang jinak dan netral. Pewartaan-Nya tentang Kerajaan Allah bersifat subversif—membalikkan tatanan yang tidak adil dan menantang sistem yang menindas. Mengikuti Yesus berarti berani hidup dalam iman yang mengguncang kenyamanan dan berpihak pada kehidupan.
Renungan mendalam tentang perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati dari Lukas 10:25-37. Apa arti sesungguhnya dari “mengasihi sesama” dan bagaimana itu menjadi kunci hidup kekal?

