Iman bukan hanya soal percaya kepada Tuhan, tetapi bagaimana kepercayaan itu nyata dalam tindakan sehari-hari—mulai dari menepati janji, jujur, hingga hidup berintegritas. Mari belajar dari kisah Yakub dan Esau tentang konsekuensi, anugerah, dan iman yang hidup.
“Taken for granted” atau menganggap remeh adalah sikap berbahaya, baik dalam hidup sehari-hari maupun iman. Kisah Alkitab tentang Yakub dan Esau memberikan pelajaran abadi tentang hal ini.
Dalam perumpamaan yang terkenal, Yesus bukan hanya mengajarkan tentang menolong orang lain. Ia membongkar pola pikir religius kita dan menunjukkan bahwa rahasia hidup kekal terletak pada belas kasihan yang aktif kepada mereka yang “tidak tersentuh” dan “tidak bersuara”.
Mengapa Yesus menyuruh kita mengampuni 70×7 kali? Apa artinya hutang 10.000 talenta bagi hidup kita? Temukan kekuatan untuk memaafkan di tengah dunia yang penuh ketidakadilan.
Kita tidak ditakdirkan untuk menjadi “sukses, makmur, atau besar.” Rasul Paulus mengatakan kita ditakdirkan menjadi orang-orang yang mencintai.
Kesombongan adalah bagaikan semak duri di taman hati kita. Semak duri tidak menghasilkan buah dan jika dibiarkan tumbuh, ia akan menutupi dan merusakkan tanaman yang baik
Semua orang Kristen mempunyai sebuah cerita, sebuah kesaksian untuk diberitakan. Setiap kita memiliki akses kepada cerita agung karya TUHAN di dalam Kristus. Kita semua harus meneruskan cerita itu.
Ini adalah salah satu perikop yang cukup populer bagi orang Kristen. Meskipun demikian, perikop ini juga adalah salah satu perikop yang paling banyak disalahpahami.
Antitesis dari self-righteousness adalah kasih karunia. Kasih karunia adalah berkat Allah bagi mereka yang sadar dirinya kecil, kurang, dan lemah.
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Kor 15:10 ITB)
Iman Kristen bukanlah sebuah mitos, tradisi, atau khayalan. Kekristenan adalah anugerah Allah.
This is how God showed his love among us: He sent his one and only Son into the world that we might live through him. (1 John 4:9 NIV)







