Kejadian 29 bukan sekadar drama keluarga Yakub, tetapi cermin realitas hidup: manusia menipu dan ditipu, relasi melukai, namun Allah tetap bekerja menghadirkan kebaikan.
Iman bukan hanya soal percaya kepada Tuhan, tetapi bagaimana kepercayaan itu nyata dalam tindakan sehari-hari—mulai dari menepati janji, jujur, hingga hidup berintegritas.
“Taken for granted” atau menganggap remeh adalah sikap berbahaya, baik dalam hidup sehari-hari maupun iman. Kisah Alkitab tentang Yakub dan Esau memberikan pelajaran abadi tentang bagaimana kita sering kali meremehkan berkat atau justru mencoba “membantu” Tuhan dengan cara kita sendiri.
Kesombongan adalah bagaikan semak duri di taman hati kita. Semak duri tidak menghasilkan buah dan jika dibiarkan tumbuh, ia akan menutupi dan merusakkan tanaman yang baik
Ini adalah salah satu perikop yang cukup populer bagi orang Kristen. Meskipun demikian, perikop ini juga adalah salah satu perikop yang paling banyak disalahpahami.
Antitesis dari self-righteousness adalah kasih karunia. Kasih karunia adalah berkat Allah bagi mereka yang sadar dirinya kecil, kurang, dan lemah.
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Kor 15:10 ITB)
Iman Kristen bukanlah sebuah mitos, tradisi, atau khayalan. Kekristenan adalah anugerah Allah.
This is how God showed his love among us: He sent his one and only Son into the world that we might live through him. (1 John 4:9 NIV)
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibrani 12:11)
Kita dipinggirkan justru ketika kita berbuat adil. Kita disingkirkan justru ketika kita menegakkan kebenaran.
Akan tetapi, tahukah anda bahwa bagaimana kita mengenal seseorang akan terlihat dari bagaimana kita memperlakukannya? Seperti apa kita menghormati/respek kepada seseorang akan terlihat dari bagaimana kita menyambut dia.






