Setelah kita menyambut kasih karunia ini, hadiah Allah yang terbesar ini, ternyata kita masih tetap punya masalah dalam hidup kita. Kita masih punya masalah keuangan. Kita masih bisa jatuh sakit. Kita masih susah mendapat pekerjaan.
Pertanyaan yang pasti diajukan oleh orang-orang yang kepo tentang latar belakangku adalah apakah aku sering ke Korea. Kelihatannya mereka ingin bisa pergi ke sana dengan sering, dan menyangka bahwa aku pasti sering ke sana. Well, tentu saja aku pernah ke Korea, tetapi tidak bisa dikatakan sering juga.
Satu contoh yang paling mengganggu saya di Indonesia adalah budaya “hari kejepit”. “Hari kejepit” sangat jelas menggambarkan mental berlibur.
Air mata yang berjatuhan dan menggenang, bagai banjir yang memunahkan batang-batang padi yang baru mulai bertumbuh, menenggelamkan satu per satu visi dan harapan akan penghujung bumi yang telah dirajut bersama.
Soal sabar atau tidak bukanlah hanya sekedar masalah sifat pribadi. Namun, kita harus mempelajari kesabaran untuk meraih kesuksesan di tengah dunia maupun dalam TUHAN.
Aku rindu dipanggul di bahumu,
sambil kuayunkan kedua kakiku dengan riang. Menyusuri jalan-jalan kota kita, sambil menyambut sapaan mereka yang mengenalmu.
Sayang sekali, sistem pendidikan sekarang tidak mengarahkan anak TK untuk mengekspresikan emosi atau ide kreatifnya melalui kreasi-kreasi atau dalam permainan. Anak-anak yang masih kecil itu malah didikte dengan cara ditekan agar bisa membaca dan berhitung.
Perumpamaan Yesus tentang penabur yang menuai di ladang yang berbeda-beda ini selalu menarik buat saya. Ketika menyiapkan diri untuk menyampaikan firman ini saya menemukan sebuah rahasia yang baru lagi, dan itu membuat saya menjadi sangat bersemangat hari ini.
Manusia diciptakan untuk menyembah Allah dan beribadah kepada Allah. Satu hal yang sangat menarik dari penciptaan Allah adalah manusia diciptakan pada hari keenam, dan hari pertama yang disambut manusia sesudah ia diciptakan adalah hari Sabat. Itu artinya agar manusia memulai hidup dengan beribadah kepada Allah.
Ah, aku terasing lagi
di dalam kumpulan orang banyak ini. Mereka yang necis dan kelimis, sepatu berkilat dan setelan jas berkilau,
Sering sekali aku mendengar orang mengeluh melihat dunia yang penuh bencana, kemiskinan, penyakit, perang, bencana alam dan sebagainya. Banyak orang menjadi korban dari bencana itu. Ketika Yesus ditanyakan, akibat dosa siapa si buta sejak lahir itu, Yesus menjawab bukan karena dosa siapa-siapa, tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
What is it like to find that you are not loved even by your most loved one..






