Gara-gara PJ terkena cacar air, kami terpaksa harus lebih lama menginap di rumah bibinya yang terletak di Daema, sebuah desa kecil di daerah Yeonggwang, Jeollanam-do. Akan tetapi pengalaman menginap di sana sama sekali bukan sesuatu untuk disesali, karena kami jadi mengenal Baeksu Coastal Road.
Desa itu benar-benar serba putih di musim dingin. Hamparan salju yang menutupi lahan pertanian yang sedang menikmati hibernasinya, benar-benar menyegarkan mata. Setiap hari kegiatan kami adalah bermain dengan salju. Entah itu membersihkan salju yang menutupi jalan, sampai membuat manusia salju (snowman).
Rumah Bibinya PJ adalah juga sebuah eumsikjeom, semacam warung makan, dan sekaligus toko kelontong (mart). Tidak banyak yang datang di musim dingin seperti ini, dan PJ menikmati snack gratis setiap hari dari sang Bibi.
Untuk menghilangkan kebosanan kami, sang Bibi mengusulkan untuk jalan-jalan menyusuri Baeksu Coastal Road. PJ menolak ikut, karena memilih nonton tv dan bermain dengan Kimchi, anjing pudel sepupunya. Dengan bantuan sistem navigasi canggih di mobil sang bibi (di tahun 2012 kita belum kenal Google map), kami pun berangkat.
Baeksu Coastal Road adalah jalan sepanjang 16,8 km yang menghubungkan Gilyong-ri dan desa Seokgumi di Baeksu-eup, Yeonggwang. Nama resminya adalah National Highway 77 dan Provincial Highway 14. Jalan ini dibanggakan sebagai salah satu jalan terbaik di Jeollanam-do, karena pemandangan tebing dan laut yang dapat dinikmati di sepanjang jalan.
Jika berwisata ke Korea Selatan, Baeksu Coastal Road bisa menjadi pilihan. Bagi yang suka foto-foto, ada titik-titik yang sudah disiapkan untuk memarkir mobil dan berfoto ria. Ada juga restoran dan tempat penginapan bagi yang mau menghabiskan malam romantis di bukit karang dengan pemandangan pantai.
Videonya bisa dilihat di sini.



