Setiap orang menerima “benih” firman dari Tuhan. Akan tetapi apa yang dihasilkan oleh setiap orang, yaitu buah hidupnya, berbeda-beda tergantung pada ladang hati orang yang menerimanya.
Antitesis dari self-righteousness adalah kasih karunia. Kasih karunia adalah berkat Allah bagi mereka yang sadar dirinya kecil, kurang, dan lemah.
Sang murid akan disebut berhasil jika dia sudah menyerupai gurunya. Yesus mengatakan: “Seorang Murid Tidak Lebih Dari Gurunya.” Itu artinya, puncak keberhasilan seorang murid adalah menyerupai sang guru.
Pekerjaan Tuhan adalah melayani jiwa-jiwa. Pekerjaan Tuhan adalah menyatakan kasih Tuhan kepada jiwa-jiwa, dan Tuhan mendahulukan mereka yang terlantar dan terbuang. Alim ulama di zaman Yesus tidak melakukan itu. Akibatnya tuaian yang begitu banyak, terlantar dan terabaikan.
Menerima Amanat Agung adalah menyambut Yesus dan menjadi murid-Nya, menerima wewenang untuk pergi kepada dunia, untuk menghidupi ajaran dan teladan Yesus dengan sedemikian rupa sehingga dunia tertarik untuk datang kepada Kristus.
Pentakosta adalah hari kelahiran Gereja di muka bumi. Kata Pentakosta berasal dari bahasa Yunani “pentekostos” yang artinya hari ke-50. Bahasa Ibraninya adalah “shavuot”.
Murid-murid Yesus mengalami roller coaster emosi yang begitu dahsyat selama hampir 1,5 bulan, yang dimulai dari penangkapan Yesus di Taman Getsemane. Hukuman mati yang begitu cepat dan kengerian salib yang diderita oleh Yesus, begitu menghancurkan hati murid-murid.
Manusia suka membuat monumen atau tugu peringatan. Biarlah Tabera menjadi monumen atau tugu peringatan bagi kita agar kita tidak seperti bangsa Israel. Perjalanan iman memang bisa membawa pergumulan, kesukaran, bahkan kesesakan. Akan tetapi, selama kita menjalaninya bersama dengan TUHAN, kita pasti aman
Kita dipinggirkan justru ketika kita berbuat adil. Kita disingkirkan justru ketika kita menegakkan kebenaran.
Menjelang malam, Yesus pun datang ke rumah kami. Ah, ini bukan tulisan metafisis atau gaib. Injil Matius mencatat perkataan Yesus: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Akan tetapi, tahukah anda bahwa bagaimana kita mengenal seseorang akan terlihat dari bagaimana kita memperlakukannya? Seperti apa kita menghormati/respek kepada seseorang akan terlihat dari bagaimana kita menyambut dia.
Paulus mengingatkan kepada kita melalui suratnya kepada jemaat di Roma, untuk selalu sadar siapa kita di hadapan Allah. Kita bisa hidup seperti saat ini, dalam kasih karunia, adalah karena kemurahan hati Allah yang mencangkokkan kita, pohon zaitun liar, kepada pohon zaitan sejati.










