Sebuah kata memiliki kuasa, tergantung kepada siapa yang mengucapkan kata itu. Seorang perwira Romawi yang datang kepada Yesus dalam cerita Injil Matius (Mat 8:5-13), mengetahui betul hal itu. Dia meminta Yesus menyembuhkan hambanya, namun Yesus tidak perlu datang ke rumahnya. Yesus cukup mengucapkan “sepatah kata” saja, dan hambanya akan sembuh.
George Bernard Shaw pernah mengatakan bahwa dosa terbesar terhadap kemanusiaan bukanlah dengan membenci mereka, tetapi dengan bersikap tidak peduli. Ketidakpedulian adalah esensi dari sikap tidak berperikemanusiaan.
Bicara Kasih Karunia tidak mungkin tidak membicarakan tentang Pengampunan, karena kasih karunia secara sederhana berarti pengampunan yang diberikan Allah kepada manusia melalui pengorbanan Anak-Nya, Yesus Kristus di kayu salib.
Dengan segenap kekuatannya, manusia berjuang dan berusaha keras, untuk mewujudkan sebuah kehidupan yang aman, tenteram, dan terjamin. Kemudian manusia pun memberikan apresiasi, penghargaan yang tinggi kepada mereka yang kelihatannya bisa mewujudkan kehidupan yang tenteram terjamin itu.
Setelah kita menyambut kasih karunia ini, hadiah Allah yang terbesar ini, ternyata kita masih tetap punya masalah dalam hidup kita. Kita masih punya masalah keuangan. Kita masih bisa jatuh sakit. Kita masih susah mendapat pekerjaan.




