Mengalami salju secara langsung adalah salah satu impian wong ndeso dari daerah tropis seperti kami (saya dan PJ). Oleh karena itu ketika diberi kesempatan untuk kembali ke Korea lagi, kami meminta agar diizinkan datang pada musim dingin.
Kami memang sudah beberapa kali berkunjung ke Korea Selatan. Hanya beberapa kali? Ya, betul. Meskipun nama saya dan PJ ada tercatat di family registration Rep of Korea, berkunjung ke sana adalah sebuah kemewahan bagi kami. Bukan hanya masalah dana, tetapi sampai beberapa tahun silam, perjalanan kami ke sana harus mendapat restu dari beberapa ‘petinggi’ terlebih dahulu. Dan restu itu juga berarti, bantuan dana, karena itu we never complained. Hehe..
Saya pertama kali ke Korea pada tahun 1998, jauh sebelum demam Halyu melanda dunia. Kemudian setelah menikah, pada tahun 2000, saya berkunjung ke sana sebagai menantu dari sebuah keluarga di kampung Daema, Yeonggwang. FYI, tahun 2000 itu paspor Indonesia masih mendapat bebas visa kunjungan wisata 1 bulan! Sementara PJ pertama kali ke Korea pada tahun 2006, bersama dengan ibunya. Dia tidak bisa ingat perjalanan itu karena masih terlalu kecil. Untungnya ada foto-foto dan video yang masih disimpan (bisa dilihat di tulisan ini ).

Winter Time
Nah, akhir tahun 2011 (atau 11 tahun setelah kunjungan saya yang terakhir, dan 5 tahun setelah kunjungan PJ), kami dibolehkan berkunjung lagi. Dengan berbekal visa kunjungan 90 hari, mendaratlah kami di Incheon pada 23 Desember 2011. It’s winter time!
Kami dijemput oleh Paman PJ, dan diantar ke apartemen Paman PJ yang satu lagi (PJ punya 3 Paman dan 1 Bibi di Korea), di daerah Anyang. Momen pertemuan yang tentu mengharukan (at least bagi saya), karena sudah sekian lama tidak bertemu. Kami pun makan, dan berbagi cerita, ngobrol ngalor-ngidul, manggut-manggut kalau nggak ngerti apa yang dibicarakan dalam pembicaraan multi bahasa itu. Di tengah-tengah pembicaraan, tiba-tiba Anna mendapat telepon dari seorang teman kami di Seoul.
“Ayo keluar, ada salju!” seru sang teman. Tidak menunggu lama, PJ dan saya pun bergegas keluar, untuk merasakan secara langsung keajaiban alam yang belum pernah kami rasakan itu. OMG, salju gaes!
Betapa noraknya kami saat mengalami salju pertama kali bisa di lihat di video berikut ini. Jangan lupa subscribe ya…



