Setelah 3 malam bertapa di Pilgrim’s House, kami pun berangkat menuju Nami. Berbekal traffic card yang kami beli sejak tahun 2011, kami naik bus dari halte dekat Pilgrim’s House. Ongkosnya dengan traffic card tidak sampai 1000 won.
The Pilgrims’ House ini ada di Gapyeong, Provinsi Gyeonggi-do, yang bisa dicapai dengan 2 jam berkendara dari Seoul. Tempat ini adalah semacam tempat retreat (atau istilahnya “Bukit Doa”) untuk berdoa bagi umat Kristen.
Baeksu Coastal Road adalah jalan sepanjang 16,8 km yang menghubungkan Gilyong-ri dan desa Seokgumi di Baeksu-eup, Yeonggwang. Jalan ini dibanggakan sebagai salah satu jalan terbaik di Jeollanam-do, karena pemandangan tebing dan laut yang dapat dinikmati di sepanjang jalan.
Rumah sang Bibi ada di daerah yang termasuk salah satu yang paling bersalju di Korea Selatan! Dua wong ndeso dari Sleman ini, benar-benar menikmati alam yang putih membentang itu. Kami membuat manusia salju, membantu membersihkan salju di halaman rumah, dan bahkan tiduran di atas salju!
Gwacheon National Science Museum didirikan pada tahun 2008. Di dalamnya ada 2 bagian, yaitu Hall of Fame, yang memamerkan para ilmuwan yang telah berjasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sains dan Nobel Prize and Me
“Ayo keluar, ada salju!” seru sang teman. Tidak menunggu lama, PJ dan saya pun bergegas keluar, untuk merasakan secara langsung keajaiban alam yang belum pernah kami rasakan itu. OMG, salju gaes!





