Nami Island Dengan Bus Kampung

Penggemar Drakor atau film Korea pasti tahu Nami Island. Pulau penangkaran burung ini mendadak menjadi tersohor di seluruh dunia setelah menjadi lokasi syuting drama Winter Sonata (2002). Sekarang Nami Island wajib ada dalam semua itinary perjalanan wisata ke Korea.

Walaupun kami bukan penggila Drakor, tapi rasanya malu juga kalau belum pernah berkunjung ke Nami (bahkan Anna pun belum pernah ke sana!). Oleh karena itu dalam perjalanan kali ini, kami menetapkan hati untuk pergi ke sana. Bagaimapun caranya.

Kami kemudian menemukan cara yang murah dan tidak biasa untuk pergi ke Nami. Kebetulan salah satu tujuan kami ke Korea kali ini adalah untuk mengambil waktu menenangkan diri di sebuah tempat retreat di Gapyeong. (Baca tulisan The Pilgrims’ House.) Kami menemukan bahwa ternyata Nami Island dapat dicapai dengan perjalanan bus kampung dari tempat retreat tersebut!

Setelah 3 malam bertapa di Pilgrim’s House (nama tempat retreat tadi), kami pun berangkat menuju Nami. Berbekal traffic card yang kami beli sejak tahun 2011, kami naik bus dari halte dekat Pilgrim’s House. Ongkosnya dengan traffic card tidak sampai 1000 won. Lalu di terminal kecil di Gapyeong, kami berganti dengan bus lain menuju ke dermaga Nami.

Ferry atau Zip Line

Setiba di dermaga, kami mendapati bahwa ada 2 pilihan untuk masuk ke Naminara Republic, begitulah pengelolanya menyebut nama Nami. Kami bisa naik ferry seharga 10,000 won atau naik zip line (semacam flying fox) yang lebih mahal. Karena saya takut ketinggian, kami memilih naik ferry saja.

Ferry yang penuh dengan penumpang itu membawa kami ke Nami dalam waktu kurang dari 10 menit. Nami Island memang tempat wisata yang luar biasa. Tempat penangkaran burung yang tadinya sepi itu, disulap menjadi tempat yang penuh dengan spot untuk selfie yang sangat instagramable. Karena ini musim dingin, ada banyak ornamen dari es yang dibuat. Dan tentu saja, spot-spot romantis dari drama Winter Sonata telah ditandai. Oh ya, ongkos 10,000 won tadi, sudah termasuk ongkos masuk, dan tidak ada lagi pungutan lain, kecuali kalau mau makan di restoran-restoran yang ada di sana.

Ada banyak restoran bagus di sana. Makanan halal pun ada. PJ memilih untuk makan pasta dan pizza, jadi kami pun makan siang di sebuah restoran italia yang ada di sana. Ternyata itu memang pilihan yang baik, karena pizza dan lasagnanya sangat recommended.

Mau lihat ke-ndeso-an kami di Nami? Nonton aja videonya. Jangan lupa like dan subscribe ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *