The Pilgrims’ House

Pernah membaca buku The Pilgrim’s Progress karya John Bunyan? Buku ini adalah karya klasik Bunyan yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia (Perjalanan Seorang Musafir). Saya sangat suka buku ini dan sudah membacanya berkali-kali. Oleh karena itu, betapa senangnya saya ketika menemukan bahwa di Korea Selatan ada tempat bernama The Pilgrims’ House.

The Pilgrims’ House ini ada di Gapyeong, Provinsi Gyeonggi-do, yang bisa dicapai dengan 2 jam berkendara dari Seoul. Tempat ini adalah semacam tempat retreat (atau istilahnya “Bukit Doa”) untuk berdoa bagi umat Kristen.

The Pilgrims’ House memiliki beberapa bangunan, yang di dalamnya terdapat hall besar dan kecil untuk ibadah dan pertemuan bersama, ruangan-ruangan doa pribadi, dan juga kamar-kamar untuk menginap, tempat makan, perpustakaan, dan toko buku dan suvenir. Anak-anak dilarang untuk memasuki ruangan-ruangan untuk ibadah/doa, namun ada tempat khusus untuk mereka bisa beraktivitas, dan juga ada koneksi internet yang cukup bagus.

Program-program meditasi dan doa teduh (silent prayer) disediakan oleh pengelola, namun pengunjung bisa memilih untuk berdoa secara pribadi di bilik-bilik doa yang ada. Dilarang membuat kegaduhan di sini. Di hari Minggu ada ibadah bersama yang bisa diikuti, hanya sayangnya semuanya dilaksanakan dalam bahasa Korea.

Yang menarik dari tempat ini adalah taman The Pilgim’s Progress yang dibuat berdasarkan buku John Bunyan. Mulai dari perjalanan si Kristen keluar dari kota kebinasaan sampai menuju ke kota permai, digambarkan dengan lengkap. Mereka membuat patung-patung logam menggambarkan kisah-kisah dalam The Pilgrim’s Progress itu. Luar biasa. Berjalan menyusuri taman itu saya bisa merenungkan kembali pesan-pesan berharga dari John Bunyan.

Kami menghabiskan tiga malam di tempat ini, dan mengambil waktu yang cukup untuk menyegarkan jiwa (walaupun suhu di luar bisa mencapai minus 10 derajat celcius). Terima kasih Pilgrims’ House!

Videonya bisa ditonton di sini, dan jangan lupa membaca juga perjalanan kami dari sini ke Nami Island.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *