“Siapakah aku bagimu?” Yesus dalam perjalanan ke Kaisera Filipi dengan murid-muridnya ketika pertanyaan ini dilontarkan. Sebelumnya Yesus menanyakan “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?
Kisah Yesus dan perempuan Kanaan ini termasuk kisah yang cukup dikenal dari antara kisah-kisah pelayanan Yesus di dalam Injil. Kisah ini dikenal karena beberapa hal yang mengganggu kita ketika membacanya.
Badai kehidupan pasti selalu ada. Angin sakal akan sering bertiup kencang. Akan tetapi, percayalah kepada Tuhan yang mengasihi kita. Dia lebih besar dari semua badai yang ada di dunia ini. Trust Jesus, it works!
Peristiwa ini adalah satu-satunya mujizat yang dicatat oleh keempat Injil. Baik Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes mencatat peristiwa ini.
Hal kerajaan sorga dijelaskan Yesus melalui banyak perumpamaan. Injil Matius mencatat tujuh perumpamaan singkat yang disampaikan Yesus.
Perumpamaan Yesus ini singkat dan sederhana, namun mengandung makna yang mendalam. Bagaimanakah kita memaknainya dalam kehidupan iman kita hari-hari ini?
Setiap orang menerima “benih” firman dari Tuhan. Akan tetapi apa yang dihasilkan oleh setiap orang, yaitu buah hidupnya, berbeda-beda tergantung pada ladang hati orang yang menerimanya.
Antitesis dari self-righteousness adalah kasih karunia. Kasih karunia adalah berkat Allah bagi mereka yang sadar dirinya kecil, kurang, dan lemah.
Sang murid akan disebut berhasil jika dia sudah menyerupai gurunya. Yesus mengatakan: “Seorang Murid Tidak Lebih Dari Gurunya.” Itu artinya, puncak keberhasilan seorang murid adalah menyerupai sang guru.
Pekerjaan Tuhan adalah melayani jiwa-jiwa. Pekerjaan Tuhan adalah menyatakan kasih Tuhan kepada jiwa-jiwa, dan Tuhan mendahulukan mereka yang terlantar dan terbuang. Alim ulama di zaman Yesus tidak melakukan itu. Akibatnya tuaian yang begitu banyak, terlantar dan terabaikan.
Menerima Amanat Agung adalah menyambut Yesus dan menjadi murid-Nya, menerima wewenang untuk pergi kepada dunia, untuk menghidupi ajaran dan teladan Yesus dengan sedemikian rupa sehingga dunia tertarik untuk datang kepada Kristus.
Pentakosta adalah hari kelahiran Gereja di muka bumi. Kata Pentakosta berasal dari bahasa Yunani “pentekostos” yang artinya hari ke-50. Bahasa Ibraninya adalah “shavuot”.










