Menjadi orang percaya tidak membuat kita kebal terhadap kejahatan dunia. Belajar dari kisah Yakub di Kejadian 34, bagaimana kita seharusnya merespons ketika hidup melukai kita dan membawa seluruh luka kepada Tuhan.
Tidak semua racun datang dengan label. Luka, kepahitan, gengsi, iri hati, dan persaingan tidak sehat dapat perlahan meracuni kehidupan. Melalui kisah Yakub, Laban, Rahel, dan Lea, kita belajar untuk mengenali dan meninggalkan semua yang toksik.
Kebangkitan Yesus bukan sekadar perayaan, tetapi konfrontasi yang mengubah hidup. Dari Matius 28:1-10, kita diajak bukan hanya percaya, tetapi menghidupi iman dengan berani di tengah dunia yang penuh ketakutan.
Yesaya 35 menggambarkan padang gurun bukan sebagai akhir, melainkan tempat proses dan pemulihan. Bersama Tuhan, yang gersang berbunga dan iman diteguhkan.
Pernah merasa hidup rohani Anda datar? Mungkin saatnya naik level. Iman yang sesungguhnya bukan sekadar percaya di hari Minggu, tapi menjadi kompas dalam setiap keputusan hidup—dari memilih pasangan hingga mengejar visi terbesar Anda.




