Lotte World terletak di Sincheon-dong, Songpa-gu. Tidak terlalu sukar untuk mencapainya dengan subway. Letaknya dekat dengan Stasiun Jamsil, dan merupakan jalur Seoul Subway Line 2 dan Seoul Subway Line 8.
Baeksu Coastal Road adalah jalan sepanjang 16,8 km yang menghubungkan Gilyong-ri dan desa Seokgumi di Baeksu-eup, Yeonggwang. Jalan ini dibanggakan sebagai salah satu jalan terbaik di Jeollanam-do, karena pemandangan tebing dan laut yang dapat dinikmati di sepanjang jalan.
Rumah sang Bibi ada di daerah yang termasuk salah satu yang paling bersalju di Korea Selatan! Dua wong ndeso dari Sleman ini, benar-benar menikmati alam yang putih membentang itu. Kami membuat manusia salju, membantu membersihkan salju di halaman rumah, dan bahkan tiduran di atas salju!
Gwacheon National Science Museum didirikan pada tahun 2008. Di dalamnya ada 2 bagian, yaitu Hall of Fame, yang memamerkan para ilmuwan yang telah berjasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sains dan Nobel Prize and Me
“Ayo keluar, ada salju!” seru sang teman. Tidak menunggu lama, PJ dan saya pun bergegas keluar, untuk merasakan secara langsung keajaiban alam yang belum pernah kami rasakan itu. OMG, salju gaes!
George Bernard Shaw pernah mengatakan bahwa dosa terbesar terhadap kemanusiaan bukanlah dengan membenci mereka, tetapi dengan bersikap tidak peduli. Ketidakpedulian adalah esensi dari sikap tidak berperikemanusiaan.
Bicara Kasih Karunia tidak mungkin tidak membicarakan tentang Pengampunan, karena kasih karunia secara sederhana berarti pengampunan yang diberikan Allah kepada manusia melalui pengorbanan Anak-Nya, Yesus Kristus di kayu salib.
Dengan segenap kekuatannya, manusia berjuang dan berusaha keras, untuk mewujudkan sebuah kehidupan yang aman, tenteram, dan terjamin. Kemudian manusia pun memberikan apresiasi, penghargaan yang tinggi kepada mereka yang kelihatannya bisa mewujudkan kehidupan yang tenteram terjamin itu.
Setelah kita menyambut kasih karunia ini, hadiah Allah yang terbesar ini, ternyata kita masih tetap punya masalah dalam hidup kita. Kita masih punya masalah keuangan. Kita masih bisa jatuh sakit. Kita masih susah mendapat pekerjaan.
Air mata yang berjatuhan dan menggenang, bagai banjir yang memunahkan batang-batang padi yang baru mulai bertumbuh, menenggelamkan satu per satu visi dan harapan akan penghujung bumi yang telah dirajut bersama.
Aku rindu dipanggul di bahumu,
sambil kuayunkan kedua kakiku dengan riang. Menyusuri jalan-jalan kota kita, sambil menyambut sapaan mereka yang mengenalmu.
Ah, aku terasing lagi
di dalam kumpulan orang banyak ini. Mereka yang necis dan kelimis, sepatu berkilat dan setelan jas berkilau,








