Banyak orang Kristen gombal dengan Tuhan. Nyanyinya “I love you Jesus”, tapi pas diminta berkorban, semuanya ogah-ogahan dan pergi.
Jesus, loving Lord, teach me real love – mine is often shallow in my relationship to others.
The early church was married to poverty, prisons, and persecutions. Today “the church” is married to properity, personality, popularity
Mengumpulkan harta untuk diri sendiri adalah kebodohan. Hanya satu alasan kita mengumpulkan harta, yaitu untuk melayani Tuhan.
Janganlah takut hai kamu kawanan kecil, karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu kerajaan itu (Lukas 12:32)
Faith is not the boast of the strong. It is the cry of the weak in need of a saviour (John Piper)
Orang yang egois tidak akan mengingat kebaikan yang ia pernah terima darimu, Orang seperti itu akan meninggalkanmu, ketika engkau tidak memberikan apa yang ia ingini
Giving thanks always for all things to God the Father in the name of our Lord Jesus Christ, (Eph 5:20 NKJ)
berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Eph 5:19 ITB)
Menjelang malam, Yesus pun datang ke rumah kami. Ah, ini bukan tulisan metafisis atau gaib. Injil Matius mencatat perkataan Yesus: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Kita semua merindukan kesatuan dan kekompakan, namun kita semua juga menyadari dan merasakan betapa sulitnya menyatukan insan-insan yang berbeda menjadi sehati sepikir.
Akan tetapi, tahukah anda bahwa bagaimana kita mengenal seseorang akan terlihat dari bagaimana kita memperlakukannya? Seperti apa kita menghormati/respek kepada seseorang akan terlihat dari bagaimana kita menyambut dia.


